Tuesday, May 11

Investasi Di Pasar Modal Berkembang

 

 

Pada masa globalisasi sekarang ini. Di mana hambatan-hambatan perekonomian makin sirna. Pengalihan arus dana dari faksi yang surplus ke yang defisit akan makin cepat serta tanpa ada kendala. Pasar modal untuk pintu investasi pada saluran dana dari faksi yang kelebihan kekayaan (surplus) pada pihak yang kekurangan dana (defisit) berperanan untuk instansi penghubung keuangan. Investor di sini ialah faksi yang surplus dalam hubungannya dengan keuangan.

Siapakah beberapa pihak surplus ini? Dalam hubungannya dalam investasi serta sumber dana yang digunakannya. Investor bisa dipisah. Pertama. Ialah investor lokal yakni ialah investor yang dari dalam negeri yang membuat portofolio asetnya di pasar modal dalam negeri. Ke-2 ialah investor asing. Yakni investor yang mempunyai beberapa dana di luar negeri yang membuat portofolio asetnya pada beberapa negara yang lain.

Investasi asing yang tiba ke beberapa negara lain sebetulnya bermotif classic yang mencakup. Pola cari bahan mentah atau sumber daya alam. Cari pasar baru serta meminimalisir ongkos. Dari pola classic itu terkadang investor bermotif lain yakni pola meningkatkan tehnologi. Investor mengalirkan dananya ke negara lain umumnya bukan hanya bawa satu pola saja tapi bisa disebabkan beberapa pola sekaligus juga.

Minimal ada empat langkah investor bisa masuk di satu negara: distressed asset investment. Taktikc investment. Direct investment serta portfolio investment. Distressed asset investment ialah investasi yang dilaksanakan untuk memperoleh pemilikan atau beli utang satu perusahaan dalam kesusahan keuangan. Ke-2. Taktikc investment pada umumnya investor asing mengakuisisi perusahaan yang mempunyai market share lumayan luas serta ada dalam fragmen usaha dan unsur tempat yang memberikan dukungan taktik ekspansi perusahaan investor. Ke-3 yaitu investasi langsung (direct investment) umumnya berjalan pada bagian yang belum demikian berubah. Contohnya pembangunan yang penuh tehnologi atau pembangunan di bidang otomotif. Umumnya perusahaan. Ke-4 ialah portofolio investment yakni investasi dalam surat utang serta saham di pasar modal.

Portofolio investment berikut yang sejauh ini jadi perhatian banyak pegiat di bagian pasar modal. Mengapa begitu? Sebab tipe investor ini adalah yang tercepat mengalihkan eksposurnya di satu negara bila berlangsung pergolakan (politik. Ekonomi. Kurs) yang diintrepretasikan untuk ketidaktetapan. Mereka ialah investor yang mempunyai pilihan paling luas dibandingkan ke tiga tipe investor di atas. Hingga bila ada peristiwa spesifik baik dengan cara makro. Sekoral atau peraturan pemerintah. Karena itu investor ini ialah yang makin rawan serta peka pada refleksi atas info itu. Besarnya nilai investasi asing yang masuk atau keluar. Ringkas akan memengaruhi pasar keseluruhannya karena ada volume transaksi yang besar.

Fungsi modal asing dalam pembangunan negara sudah lama dibicarakan oleh beberapa pakar ekonomi pembangunan. Pada dasarnya menurut chereney serta carter yakni pertama. Sumber dana external (modal asing) bisa digunakan oleh emerging country untuk landasan untuk percepat investasi serta perkembangan ekonomi. Ke-2. Perkembangan ekonomi yang bertambah perlu diiringi dengan perkembangan susunan produksi serta perdagangan. Ke-3. Modal asing bisa berperanan penting dalam pengerahan dana atau transformasi susunanal. Ke-4. Keperluan akan modal asing jadi menurun selekasnya sesudah perkembangan susunanal betul-betul berlangsung (walau modal asing di waktu seterusnya bertambah produktif).

Emerging market in emerging country

Indonesia pernah alami keruntuhan ekonomi yang sejauh ini sudah dibuat lewat sendi-sendi kebijaksanaan orde baru mulai merayap kembali lagi membuat dasar perekonomiannya. International financial corporation (ifc) mengaitkan kategorisasi bursa saham dengan kategorisasi negara. Bila negara itu masih termasuk untuk negara berubah. Karena itu pasar di negara itu dalam step berubah. Walau bursa sahamnya berperan penuh serta ditata dengan cara baik.

Pasar modal berubah bisa dideteksi lewat satu negara. Apa negara itu adalah negara maju atau termasuk negara berubah. Tandanya ialah penghasilan perkapita dari satu negara. Umumnya yang termasuk juga dalam negara berpendapatan rendah sampai menengah. Tetapi karakter yang sangat menonjol ialah disaksikan nilai kapitalisasi pasarnya yakni jumlahnya perusahaan yang tertera. Kumulatif volume perdagangan. Keketatan ketentuan pasar modal. Sampai kehebatan serta kultur investor domestiknya.

Resiko pasar modal berubah ialah nilai kapitalisasi pasarnya yang kecil. Ukuran satu kapitalisasi pasar umumnya disaksikan dari rasio perbandingan dengan nilai produk lokal bruto satu negara. Disamping itu resiko yang lain ialah adanya volume transaksi perdagangan yang tipis (thin trading) yang berasal dari ketidaksingkronan perdagangan (non-syncronous trading) di pasar. Perdagangan yang tidak singkron berasal dari jumlahnya sekuritas yang teracatat tidak semuanya diperjualbelikan. Berarti ada beberapa saat spesifik di mana satu sekuritas tidak ada transaksi (hartono. 2003).

Indonesia yang sampai sekarang ini masih tertera di ifc masih untuk negara berubah dengan iklim investasi terjelek di regional asia timur. Meskipun dengan catatan semacam itu. Sebenarnya kita masih dilirik oleh investor asing. Faktanya jika ada perusahaan-perusahaan nasional dengan notabene ada di bidang taktiks negara. Ditawar oleh beberapa lembaga asing lewat pemerolehan saham. Adanya saluran dana masuk untuk investasi yang biasanya adalah penanaman modal asing semestinya menjadi pendongkrak perekonomian dengan cara makro.

Fakta penting investor asing mengalihkan dananya ke negara berubah ialah sebab negara berubah mempunyai potensi-potensi usaha yang belum tergali semuanya. Sama dengan pola classic investasi ke negara lain. Michael fairbanks serta stace lindsay konsultan senior pada monitor company menyampaikan arah investor asing tiba ke beberapa negara miskin yakni umumnya cuman lihat peluang untuk menarik sumber daya alam . Gaji kerja murah serta untuk target produk atau layanan yang tidak bermutu bagus.

Tetapi ada fakta yang lain mengikuti pola itu. Yakni ketidaksamaan yang menonjol dengan negara maju. Bila kita pakai pendekatan daur hidup usaha karena itu negara berubah masuk ke kelompok berkembang (growth) dibandingkan negara maju yang masuk ke kelompok masak (mature). Berarti jika ada daya tarik dari perkembangan ekonomi yang tinggi yang tentunya dibarengi oleh return yang tinggi juga. Sebab perkembangan ekonomi adalah tanda agregat dari industri di satu negara. Contohnya usaha telekomunikasi selular di indonesia yang tergarap dengan cara padat baru di pulau jawa saja. Sedang selain itu masih mempunyai potensi tinggi untuk menjadi market share baru.

Peran pemerintah dan investor domestik di pasar modal berkembang

Mark mobius pegiat serta pakar di industri investasi internasional menyampaikan jika dengan diperkenalkannya investor asing ke pasar tentunya berperan untuk katalis. Yang menggerakkan investasi lokal. Modal asing yang masuk di negara spesifik sangat mungkin usaha di negara itu untuk tumbuh dengan pergerakan yang makin cepat dibanding bila cuman memobilisasi sumber daya lokal.

Namun arus uang yang dari portofolio investment sering dicemaskan cuman saluran uang panas dari negara lain. Saluran dana yang seringkali diketahui untuk capital fight ini dilihat oleh pemerintah untuk investasi yang spekulatif. Tidak bisa dihandalkan serta condong penuh akan pekerjaan mengambil untung (keuntungan taking) di pasar modal. Pada step seterusnya dana semacam ini akan memunculkan ketidakstabilan ekonomi lokal.

Masalahnya yang sering jadi momok di pasar modal ini sebetulnya sudah banyak disuarakan oleh beberapa ekonom. Pegiat serta regulatori dalam industri ini. Namun kita cuman seperti dengar satu info yang masuk dari telinga kiri keluar dari telinga kanan. Masalahnya ialah untuk bikin kualitas saluran dana investasi itu bukan jumlah saluran dananya. Kualitas investasi ialah jumlah dana yang diinvestasikan dengan cara periode panjang yang dipakai untuk membuat bagian riil.

Dengan cara simpel dengan jaga satu konsistensi ekonomi makro (contohnya inflasi teratasi. Ekonomi berkembang. Dsb). Salah satunya langkah untuk merealisasikannya yakni dengan membuat satu skema pasar yang adil serta bersaing. Bersaing serta adil berarti jika tidak ada faksi yang diuntungkan dengan cara berlebihan karena ada info yang bias serta kebalikannya. Untuk contoh ada pungli yang ramai di negara kita yang dilaksanakan oleh pelaku yang terjaring pada suatu sindikasi spesifik. Dengan bayar pungutan itu contohnya. Perusahaan diperlancar dalam pengurusan perijinan dibandingkan perusahaan yang tidak lakukan hal tersebut. Pungli memiliki kandungan ketidaktetapan harga yang tinggi sebab tidak ada standard yang pasti serta dilaksanakan dengan cara ilegal. Pungli bisa digolongkan untuk ongkos karena beban efek yang mengakibatkan ongkos produksi semakin tinggi.

Douglass north menyampaikan ongkos transaksi banyak terkait dengan performa ekonomi keseluruhnya. Makin rendah ongkos transaksi karena itu satu negara akan makin alami perkembangan ekonomi yang bisa dipertahankan. Dengan cara detil. Gayle p. W. Jackson dalam artikelnya yang berjudul pemerintahan untuk pasar kekinian menyampaikan jika untuk kurangi ketidaktetapan karena ongkos transaksi bisa dilaksanakan dengan mencakup. Skema pemilikan yang pasti. Pemakaian standard. Sumberdaya yang beragam serta bertambah. Regulator yang ketat. Mempunyai pangkal data serta jamin kelancaran penebaran info hingga berlangsung iklim yang bersaing untuk kurangi info yang asimetris.

Sumber: mobius on emerging pasar. 1998

Peranan pemerintah untuk peranan regulator tidak cukup sebab sehebat serta seketat apa saja peraturan jika tidak dilaksanakan dengan kesadaran (awareness) yang tinggi tentunya akan berjalan setengah-setengah serta selanjutnya tiap aktor akan cari sela dari peraturan itu. Pemerintah seperti harus juga bisa peranan untuk guarantor yang memberi agunan ke investor baik lokal atau asing. Agunan kejelasan ekonomi tidak lah cukup. Pemerintah entahlah bagaimana triknya harus dapat memberi kejelasan hukum serta kejelasan situasi politik. Sebab dua unsur itu terkait erat dengan unsur kultur sdm.

Pernak-pernik utopis yang sejauh ini menjadi kampanye dengan cara besar oleh pemerintah semestinya mulai betul-betul digerakkan. Keinginannya ialah bisa berlangsungnya dampak merembes kebawah (trikle down effect) yakni dengan mengubah kultur. Perilaku serta sikap pemerintah yang memberi dukungan kepribadian ke warga. Tapi ini tidak langsung bisa sukses sendirinya. Pemerintah harus juga dapat menuntun warga untuk berani jadi invetor lokal hingga berlangsung satu pergerakan dari bawah ke atas (bottom up).

Pasar modal semacam ini mempunyai kecondongan return tinggi tapi tinggi juga efeknya. Momen saluran dana asing sejauh ini yang menghiasi pasar modal indonesia seharusnya diterima dengan saluran dana lokal agar bisa tingkatkan kapitalisasi pasar. Dengan semacam itu peranan pasar modal untuk pendorong roda pembangunan serta peningkat kesejahteraan warga bisa terjadi. Pasar modal tidak cuman dikendalikan oleh satu atau dua barisan saja tapi sebuah skema yang terpadu untuk bergerak bersama di antara pemerintah. Pebisnis. Serta warga.

 

error: Content is protected !!