Tuesday, March 2

Pengertian Supplier Selection

 

 

The Supplier Selection Decision

Ketetapan untuk tempatkan beberapa volume usaha dengan supplier semestinya tetap dilandaskan pada seperangkat criteria yang logis. Seni dari pembelian barang serta manajemen suplai ialah untuk bikin fakta dibelakang ketetapan itu jadi sangat mungkin. Umumnya, analisa dari kekuatan supplier untuk penuhi kualitas, jumlah, pengiriman, harga/ongkos, serta arah service melandasi ketetapan itu. Beberapa atribut penting supplier yang terkait untuk criteria penting kemungkinan mencakup riwayat masa lampau, kemampuan sarana serta tehnis, posisi keuangan, organisasi serta manajemen, rekam jejak, sistem, rekonsilasi procedural, komunikasi, jalinan buruh, serta tempat.

Decision Tree

Ketetapan penyeleksian supplier bisa disaksikan untuk pengerjaan ketetapan di bawah ketidaktetapan serta bisa direpresentasikan dengan pohon ketetapan. Untuk memakai pohon ketetapan dengan cara efisien, konsumen harus mengenali pilihan serta persyaratan untuk penilaian serta menaksir peluang sukses serta tidak berhasil. Pohon simpel bisa diterapkan pada pembelian one-time tanpa ada harapan ada pembelian lagi.

Identifying Potential Sources

Mengenali sources yang prospek ialah key driver dari keberhasilan atau ketidakberhasilan dari sudut pandang performa. Riset dalam pengerjaan ketetapan serta pemecahan permasalahan memberikan indikasi jika peluang capai satu ketetapan maksimal bergantung pada beberapa dari kekuatan pembikin ketetapan untuk mengeneralisasi pilihan.

Information Sources

Pengetahuan dari sources ialah kwalifikasi penting dari beberapa konsumen efisien. Sources bisa dicari dengan:

Online sources: Internet serta WWW sediakan perkembangan yang cepat serta tetap mengubah bentuk info dari professional suplai. Rintangan untuk banyak konsumen ialah bukan cari info, tetapi mengenali, sorting, menganalisis, serta memakai info yang berkaitan.

Catalog: Pengendalian pembelian serta departemen suplai harus mempunyai catalog dari sources yang diketahui dari suplai, tutupi material yang penting yang membuat perusahaan tertarik.

Trade journal: Trede journal jadi sumber yang berharga dari info supplier yang prospek. Daftar publikasi, tentunya, benar-benar panjang, serta item perorangan didalamnya benar-benar mengubah nilai.

Trade directories: Trade directories ialah sumber yang lain bermanfaat dari info. Mereka benar-benar luas dalam ketepatannya serta pemakaiannya, serta kepedulian jadi dilatih dalam memakainya.

Sales representative: Sales representative kemungkinan jadi salah satunya sumber info berharag yang ada, dengan refrensi untuk sumber suplai, type produk, serta info perdagangan pada umumnya.

Supplier and Commodity Database: Info dari beberapa sumber, bila bernilai, semestinya diamankan. Untuk contoh, index catalog membuat ini gampang untuk terhubung catalog yang diperlukan.

Visits to Suppliers: Beberapa manager suplai berasa jika berkunjung ke supplier bertambah bermanfaat saat mereka susah untuk berunding.

Samples: dalam penambahan untuk menanyakan biasa serta satu lawatan pabrik, contoh produk dari supplier bisa dicoba.

Colleagues: Sering rekanan usaha internal menjadi sumber info bernilai mengenai sumber prospek dari suplai.

References: sering konsumen akan masukkan keinginan rujukan dalam RFQ, RFP, atau RFB. Untuk memperoleh info yang sangat bermanfaat, pekerjaan pewawancara untuk mengurus patokan dari interviu.

The Evaluation of Potential Sources

Penilaian dari sumber prospek, umumnya, coba menjawab dua pertanyaan kunci:

Apa kekuatan supplieritu dalam kirim keperluan konsumen dengan cara memberi kepuasan dengan cara periode pendek atau periode panjang?

Apa motivasi supplier itu dalam mengirim keperluan sesuai yang diinginkan konsumen dalam periode panjang atau periode pendek?

Supplier Evaluation Methods

Cara untuk menilai supplier dipisah jadi dua:

Informal serta Semiformal Evaluating and Rating. Penilaian informal mencakup menaksir supplier dari internal serta darimanakah saja di organisasi konsumen di mana contact ambil tempat. “How are things going with supplier X?” jadi pertanyaan biasa yang bisa serta semestinya diberi pertanyaankan oleh personel suplai saat di contact yang lain di organisasi mereka.

Resmi Supplier Evalution and Rating. Temani trend dari suplai berdasar rasionalisasi, taktikc sourcing, serta jalinan dekat sama supplier kunci ialah perkembangan pengalaman di rating performa supplier. Sering, pembaruan berkepanjangan terekam terus dengan beberapa unsur tradisionil seperti kualitas, jumlah, pengiriman, serta harga.

Linking Sourcing With Strategy

Dari beberapa sumber info, konsumen dapat untuk bikin daftar dari supplier yang ada dari item yang dibutuhkan. Tingkat pertama dari analisa ialah cari supplier mana yang kemungkinan dapat untuk penuhi keperluan konsumen. Tingkat ke-2 ialah tentukan mana supplier yang dipandang manager suplai serta team sourcing serius menjadi source.

Taktik ini harus pikirkan banyak hal seperti apa perusahaan memakai single atau multiple sourcing, permasalahan manufaktur dengan distributor, tempat geografi dari sources, ukuran supplier, serta kepedulian sosial, politik, serta lingkungan.

Gabung Purchasing with Supplier

Bila organisasi konsumen mempunyai semakin banyak leverage pada pasar serta proses pembelian yang makin efektif, ini kemungkinan jadi keuntungan untuk beli keperluan spesifik untuk supplier. Walau konsumen akan membuat beberapa penambahan beban, ini bisa menjadi keuntungan bersih untuk semasing faksi dalam transaksi serta kesepakatan yang serupa mengenai shared biaya saving.

Purchasing for Company Personnel

Permasalahan yang lain ditemui oleh banyak department suplai ialah putuskan untuk tingkat apakah yang dibetulkan dalam memakai sarana untuk mendapatkan merchandise buat karyawan organisasi atau untuk eksekutif. Banyak perusahaan bukan hanya jual merchandisenya sendiri untuk karyawan mereka pada potongan harga yang substantial dan meluluskan mereka untuk beli pada ongkos beberapa merchandise dibeli oleh perusahaan buat mereka pakai sendiri.

Strategy Development

Penilaian efek ialah cara kunci dalam pembangunan taktik. Efek suplai bisa dipandang dalam cara-cara. Pareto analysis memperbandingkan volume dollar untuk variabel seperti % dari supplier, % stok, serta beberapa order, pembangunan taktik yang konsentrasi pada high dollar purchases. Portfolio analysis umumnya mencakup suplai efek pasar dalam memandang serta memusatkan perhatian pada kekuatan tingkatkan nilai.

Rujukan:

Leenders, Johnson, Flynn and Fearon, Purchasing and Suplai Management, 13rd Edition, McGraw‐Hill Inc., 2006

error: Content is protected !!