Tuesday, May 11

Perbedaan Bank Umum dan BPR

 

 

Ketidaksamaan bank umum serta BPR. Berikut sebagai ketidaksamaan bank umum serta BPR ( Bank Perkreditan Rakyat )

Ke-2 arti itu memiliki kandungan makna adalah sama – sama bank, sebab di antara bank umum serta Bank Perkreditan Rakyat ( BPR ) jalankan peranan landasan bank yakni tempat simpan uang serta memberi utang credit ke warga. Bila bank umum kemungkinan kita tidak asing lagi buat kita sebab biasanya menabung di bank umum seperti BNI, BCA, Bank Mandiri serta yang lain. Lantas apa sich ketidaksamaan bank umum serta BPR ?

Ada banyak hal yang memperbedakan bank umum serta BPR, pokoknya… yang satu bank umum, satunya lagi ( BRR ) ya bank spesial. Salah satunya sebagai ketidaksamaan bank umum serta BPR pasti pekerjaan perbankan yang dikerjakan. Selain itu ada banyak hal lain sebagai ketidaksamaan bank umum serta BPR.

Di bawah ini ialah hal – hal inti sebagai ketidaksamaan bank umum serta BPR :

1. Pengertian bank.

Pengertian jadi ketidaksamaan Bank Umum serta BPR ( Bank Perkreditan Rakyat ). Menurut UU No. 10 Tahun 1998 Klausal 1 :

Bank Umum ialah bank yang melakukan pekerjaan usaha dengan cara konservatif serta atau berdasar Konsep Syariah yang dalam kegiatannya memberi layanan dalam jalan raya pembayaran. Usaha bank umum diantaranya mengumpulkan dana dari warga berbentuk simpanan berbentuk giro, tabungan deposito, tabungan berjangka, sertifikat deposito, tabungan biasa, serta/atau bentuk yang lain yang dipersamakan dengan itu.

Sedang Bank Perkreditan Rakyat (BPR) ialah bank yang melakukan pekerjaan usaha dengan cara konservatif atau berdasar Konsep Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberi layanan dalam jalan raya pembayaran. Usaha BPR mengumpulkan dana dari warga berbentuk simpanan berbentuk deposito berjangka, tabungan, serta/atau bentuk yang lain yang dipersamakan dengan itu.

Dari 2 pengertian atau makna dari UU No. 10 Tahun 1998 Klausal 1 ini karena itu dapat didapat ketidaksamaan bank umum serta BPR ialah dalam kegiatannya. Bank umum sendiri kegiatannya ialah memberi layanan dalam jalan raya pembayaran seperti kliring serta jual membeli valuta asing sedang pada pekerjaan BPR tidak. Sebab pekerjaan BPR ini tidak layani pemberian layanan dalam jalan raya pembayaran karena itu BPR tidak terjebak dalam kliring serta pekerjaan usaha valuta asing.

2. Pekerjaan usaha.

Dimaksud Pekerjaan usaha jadi ketidaksamaan bank umum serta BPR yang penting.

Pekerjaan usaha Bank Perkreditan Rakyat: Mengumpulkan dana warga berbentuk simpanan berbentuk deposito berjangka, tabungan, serta atau bentuk yang lain yang dipersamakan dengan itu.

Memberi credit.

Sediakan pembiayaan serta peletakan dana berdasar konsep syariah sesuai ketetapan yang diputuskan oleh Bank Indonesia.

Tempatkan dana berbentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito, serta atau tabungan di bank lain.

Pekerjaan usaha bank umum: Memberi credit.

Mengumpulkan dana yang dari warga berupa simpanan

Mengeluarkan surat atas pernyataan utang

Jual, beli serta jamin efek sendiri berdasar kebutuhan nasabah atau perintah dari nasabahnya tersebut, mencakup surat pernyataan utang, beberapa surat wesel, sertifikat Bank Indonesia, kertas daftar negara, obligasi, surat dagang yang berjangka, dan surat bernilai yang lain.

Meminjamkan dana, pinjam atau tempatkan dana menggunakan fasilitas telekomunikasi atau menggunakan surat serta wesel.

Terima pembayaran atas tagihan surat bernilai

Sediakan area untuk menyimpan surat bernilai serta barang

Lakukan pekerjaan valuta asing

Melakukan hutang piutang

Lakukan pekerjaan pelibatan modal bank atau perusahaan lain.

Bertindak selaku pengurus serta pendiri dana pensiun berdasar ketentuan undang-undang.

Kecuali ketidaksamaan itu, Bank BPR tidak diperbolehkan buka usaha asuransi, melakukan pelibatan modal, melakukan kesibukan usaha berupa valuta asing, terima simpanan berupa giro, serta jalankan jalan raya pembayaran. Baca : pemahaman bank

3. Bentuk dana yang digabungkan dari warga

Ketidaksamaan bank umum serta BPR yang selanjutnya ialah dilihat dari bentuk simpanan dana yang digabungkan dari warga. Bila Bank umum mengumpulkan dananya berbentuk giro serta sertifikat deposito, karena itu BPR tidak mengumpulkan dananya berbentuk giro serta sertifikat deposito, tetapi BPR cuman terima berbentuk tabungan serta deposito. Disini karena itu bisa diambil kesimpulan jika BPR tidak bisa lakukan transaksi giral, tetapi bank umum bisa lakukan transaksi giral.

4. Service transaksi keuangan

Ketidaksamaan bank umum serta BPR ada juga pada service transaksi keuangan. Jika di bank umum, service layanan jalan raya transaksi keuangan ada dari mulai kliring, inkaso, valuta asing serta transfer. Kebalikannya, BPR tidak mempunyai sarana service itu.

5. Service produk credit

Dalam soal service produk credit, ini jadi ketidaksamaan bank umum serta BPR. Di BPR ada sarana credit atau utang yang dapat dibuka oleh warga. Tetapi, credit yang disiapkan oleh BPR terbatas pada credit tanpa ada jaminan atau credit untuk karyawan, credit usaha kecil. Nilai plafon credit yang disiapkan juga terbatas. Ini tidak sama dengan bank umum yang plafon kredinya dapat beberapa puluh miliar rupiah. Disamping itu bank umum memberi service kartu credit, seperti kartu credit BCA, kartu credit BNI, kartu credit Mandiri. Sedang BPR tidak mempunyai service kartu credit sebab mereka bukan penerbit kartu credit. Simak juga : langkah membuat kartu credit

6. Bunga deposito

Bunga deposito BPR yang memperoleh agunan dari Instansi Penjamin Simpanan (LPS), optimal sebesar 8,75%. Semakin lebih tinggi dibanding bunga deposito di bank umum yang memperoleh agunan LPS, yakni di rata-rata 6,25% untuk deposito rupiah serta 0,25% untuk deposito valas.

7. Ketidaksamaan capaian daerah kerja.

Ketidaksamaan bank umum serta BPR terdapat pada capaian daerah kerja. Bank umum mempunyai capaian yang makin luas yaitu tingkat nasional sampai internasional, sesaat bank BPR cuman mempunyai capaian pada tingkat lokal atau wilayah. Sharing this post

error: Content is protected !!