Saturday, January 16

Presiden Macron Tak Wajibkan Warga Disuntik Vaksin COVID-19

Prancis akan jadi negara yang mendistribusi vaksin covid-19 pada tahun akhir 2020. Gagasannya. Vaksin gelombang pertama akan keluar pada desember. Selanjutnya diteruskan pada musim semi 2021.

 

“vaksin-vaksin akan didistribusi di akhir december – awalnya januari.” tutur presiden macron lewat twitter. Rabu (25/11/2020).

Presiden macron menyebutkan vaksin ini ialah keinginan jelas. Tetapi. Dia memperjelas masyarakat tidak harus disuntik vaksin covid-19.

“vaksinasi akan dikerjakan secara terbuka dan… Ini tidak diharuskan.” tegasnya.

Sekarang ini. Prancis mengalami kenaikan masalah covid-19. Presiden macron di twitter umumkan ada 50 ribu masalah covid-19 pada 24 jam paling akhir.

Prancis sekarang ini masih lockdown (confinement). Jika masalah turun. Presiden macron janji akan akhiri peraturan itu pada 15 desember 2020 kedepan.

Bila sasaran kesehatan terwujud. Pemerintahan prancis akan akhiri lockdown pada 15 desember. Tetapi bakal ada jam malam pada jam 21.00 sampai 7.00 pagi.

Ketentuan jam malam itu dieksepsikan pada periode liburan agen slot online terpercaya natal dan tahun baru pada 24 sampai 31 desember.

Bioskop. Teater. Dan museum bisa kembali lagi membuka dengan prosedur kesehatan.

Step kelonggaran setelah itu 20 januari bila masalah covid-19 teratasi. Restaurant dan olahraga dalam ruang bisa dikerjakan.

Nanti. Sekolah akan bisa lakukan edukasi bertemu muka.

Kepala organisasi kesehatan dunia who mengingatkan jika orang paling miskin dan paling rawan di dunia jangan “dipijak-pijak” untuk memperoleh vaksin covid-19.

Dr tedros adhanom ghebreyesus menjelaskan vaksin yang sukses harus dialokasikan secara adil. Dan dana sebesar $4.3 miliar (sejumlah rp 60 triliun) dibutuhkan untuk menolong mendanai pola pembagian vaksin. Begitu seperti mencuplik bbc. Selasa 24 november 2020.

Ia menjelaskan pertanyaannya ialah “bukan apa dunia sanggup untuk share… Tetapi apa dunia sanggup tidak untuk melakukan”.

Empat vaksin sekarang sudah memberikan laporan hasil yang bagus dari eksperimen step akhir.

Yang terkini bisa dibuktikan benar-benar efisien dalam hentikan orang yang meningkatkan tanda-tanda covid-19 ialah vaksin yang ditingkatkan oleh kampus oxford dan astrazeneca. Vaksin itu dipandang semakin lebih murah untuk dibuat dibanding dua yang lain yang belakangan ini dipublikasikan. Dan bisa berpengaruh semakin besar di penjuru dunia.

Oxford jab. Yang menurut beberapa periset bisa tawarkan pelindungan sampai 90% lebih gampang tersimpan dan diangkut dibanding vaksin pfizer-biontech dan moderna. Dan akan disuplai pada harga mahal ke beberapa negara berkembang.

Bicara pada pertemuan jurnalis virtual di hari senin. Dr tedros menjelaskan hasil yang prospektif dari eksperimen vaksin bermakna jika ada “sinar di ujung terowongan gelap yang panjang ini makin jelas”.

“keutamaan perolehan ilmiah ini tidak dapat dilebih-lebihkan.” ucapnya. Menambah: “tidak ada vaksin dalam riwayat yang ditingkatkan sekencang ini.”ia menjelaskan jika vaksin. Dalam gabungan dengan perlakuan kesehatan warga yang sudah dicoba dan dites. Akan menolong untuk “akhiri wabah”.

Tapi dr tedros menjelaskan jika sesaat ia pahami jika “tiap pemerintahan secara benar pengin lakukan semua yang mereka dapat membuat perlindungan rakyatnya”. Ia cemas jika beberapa negara kaya beli stock vaksin yang sukses. Hingga tinggalkan beberapa negara miskin dengan tangan kosong.

Yok. Turuti cerita dari endrik atau yang lain dalam program berani berbeda. Hasil kerjasama di antara sctv. Indosiar bersama medium digital liputan6.com dan merdeka.com.

 

error: Content is protected !!